Empal Daging

Oleh : mbak Nurani Susilo – London.

Empal daging atau kadang di beberapa tempat juga disebut empal gepuk atau gepuk daging, mungkin karena dagingnya digepuk atau dipukul-pukul, adalah lauk daging sapi favorit anak-anak dan suami.

Disajikan dengan nasi panas, lalapan dan sambal terasi, dijamin ingin nambah terus. Kirana dan Alisha yang tidak (belum) suka sambal menyantap dengan nasi dan lalapan berupa cucumber (timun) atau lettuce.

Kunci membuat empal yang cantik menurut pengalaman adalah dengan merebus dulu daging tanpa dipotong. Kalau pun dipotong, untuk memudahkan merebus, adalah dengan ukuran besar. Setelah daging matang baru kemudian dipotong-potong lagi sesuai bentuk yang diinginkan. Untuk empal saya suka potongan lebar dan agak tebal. Dan daging kembali diungkep dengan bumbu halus dan santan sampai empuk.

Jika daging dipotong-potong dulu sebelum direbus akan menghasilkan empal yang keriput, karena daging akan mengecil ketika direbus setelah dipotong-potong. Dan dengan daging direbus utuh, kemudian diungkep lagi setelah dipotong-potong maka empal yang dihasilkan pun akan empuk dengan rasa bumbu yang kuat. There is nothing worst than makan empal yang alot dan tidak berasa bumbunya.

EMPAL DAGING/ GEPUK

Bahan:

1 kg daging tanpa urat
1 kaleng (400 ml) santan (coconut milk) atau 1 liter santan kental dari 1/2 butir kelapa
2-4 lembar daun salam

Bumbu halus:

3 siung bawang merah atau 1/2 butir onion –> saya jarang memakai bawang merah (shallot) karena di London sangat mahal. Sebagai gantinya saya pakai onion ( biasa atau kadang red onion) yang di Indonesia dikenal sebagai bawang bombay

7 siung bawang putih (garlic)

1 potong besar lengkuas (galangal)–> jika ingin remah-remah bumbu lebih banyak, silakan ditambah lengkuas

3 sendok makan irisan gula merah –> again, jika ingin manis/kurang manis bisa ditambah/dikurangi jumlahnya. Gula merah bisa diganti dengan gula pasir (white sugar atau brown sugar)

1 sdm asam jawa (tamarind) yang masih ada biji atau 1 sdt asam Jawa tanpa biji (tamarind pulp)

5 sdm ketumbar (coriander) –> personally, saya suka rasa ketumbar yang kuat pada empal, jadi saya selalu memakai ketumbar dalam jumlah banyak. Bisa digunakan ketumbar bubuk (coriander powder) atau ketumbar butir (ground coriander)

Haluskan semua bumbu. Jika tidak ada blender lengkuas bisa diparut kemudian dicampurkan dengan bumbu lain yang sudah dihaluskan.

Garam secukupnya

Cara Membuat:

Rebus daging hingga matang dan sedikit empuk (jangan terlalu empuk karena akan diungkep lagi dengan bumbu), angkat dan tiriskan–> sisa air rebusan jangan dibuang dulu. Simpan kalau nanti diperlukan untuk menambah air pada ungkepan daging.

Potong-potong setebal 1- 2 cm melintang dari serat daging ( banyak resep menganjurkan memotong searah dengan serat, tapi menurut saya lebih mudah memakannya, apalagi untuk anak-anak, jika dipotong melintang dari serat daging). Pukul-pukul daging hingga agak melebar.

Masak santan, daun salam dan bumbu halus hingga mendidih, masukan potongan daging. Terus masak hingga bumbu meresap dan santan mengering. Cicipi rasa manis dan asinnya, jika kurang asin/manis ditambah garam/gula sebelum daging diangkat.

Jika setelah santan mengering daging masih keras/alot, tambahkan air sisa rebusan daging. Terus rebus sampai air habis.

Goreng dalam minyak panas, sampai kecoklatan dan jangan sampai kering. Angkat dan tiriskan dengan colander atau tisu dapur (kitchen towel).

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s