Manfaat Tempe

 

Tempe adalah salah satu makanan tradisional asli Indonesia (walau hak patentuntuk tempe kabarnya dimiliki oleh Jepang dan Belanda). Hampir setiap orang Indonesia pasti mengenal atau pernah mendengar makanan bernama tempe. Menurut WHFoods, tempe secara tradisional sudah dikonsumsi di Indonesia sejak lebih dari 2000 tahun. Tempe terbuat dari kedelai utuh yang difermentasi dengan menggunakan ragi yang mengandung Rhizopus Oligosporus. Beberapa tahun terakhir, pamor tempe mendunia. Tempe bisa mudah diperoleh di beberapa negara Eropa, bahkan juga di Amerika Serikat.

Menurut WHFoods, dalam 113.4 gram tempe terkandung beberapa jenis nutrisi antara lain manganeseproteincopperphosporusriboflavin,magnesium, dan kalori. Selain itu, tempe mengandung phytochemicalsseperti isoflavones dan soy saponinsIsoflavones dapat berperan seperti hormon estrogen pada manusia yang dapat membantu untuk mengurangi gejala yang sering dialami menjelang menopause, serta mengurangi osteoporosis. Sedangkan soy saponins bermanfaat untuk mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh, mengurangi resiko kanker usus besar, dan membantu menghambat infeksi akibat HIV.

Lalu apa saja manfaat lain dari tempe untuk kesehatan? Berikut ini adalah ringkasan dari berbagai sumber tentang beberapa manfaat tempe untuk kesehatan yang membuat banyak orang di berbagai belahan bumi tertarik untuk membuat dan mengkonsumsinya.

1.    Protein yang terdapat dalam tempe sangat tinggi, mudah dicerna sehingga baik untuk mengatasi diare. Studi tentang manfaat tempe untuk mengatasi diare ini telah dilakukan oleh tim dari Fakultas Kedokteran UGM sejak bertahun-tahun yang lalu, dan beberapa rumah sakit di Yogyakarta telah memberikan bubur tempe sebagai diet untuk para penderita diare (berdasarkan pengalaman pribadi dan komunikasi dengan beberapa dokter spesialis anak di Yogyakarta).

2.    Mengandung zat besi, flafoid yang bersifat antioksidan sehingga menurunkan tekanan darah.

3.    Mengandung superoksida desmutase yang dapat mengendalikan radikal bebas, baik bagi penderita jantung.

4.    Penanggulangan anemia. Anemi ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin karena kurang tersedianya zat besi (Fe), tembaga (Cu), Seng (Zn), protein, asam folat dan vitamin B12, di mana unsur-unsur tersebut terkandung dalam tempe.

5.    Anti infeksi. Hasil survey menunjukkan bahwa tempe mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi oleh karang tempe (R. Oligosporus) merupakan antibiotika yang bermanfaat meminimalkan kejadian infeksi.

6.    Memiliki sifat anti oksidan, menolak kanker.

7.    Mencegah masalah gizi ganda (akibat kekurangan dan kelebihan gizi) beserta berbagai penyakit yang menyertainya, baik infeksi maupun degeneratif.

8.    Mencegah timbulnya hipertensi.

9.    Kandungan kalsiumnya yang tinggi, tempe dapat mencegah osteoporosis.

10.  Memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga bermanfaat untuk kesehatan pencernaan.

11.  Kandungan sodium pada tempe sangat rendah, sehingga bermanfaat untuk orang-orang yang menjalani diet rendah sodium.

12.    Kandungan protein dan serat dalam tempe bermanfaat untuk penderita diabetes karena dapat menjaga kadar gula darah.

Ternyata makanan tradisional yang dulu diremehkan ini mempunyai banyak manfaat. Oleh karena itu, jangan malu-malu lagi untuk mengkonsumsi tempe. Dan terimakasih banyak untuk Mbaks sekalian yang bersedia membuat tempe di UK ini.

 

Sumber :

 http://intl.feedfury.com/content/16689395-manfaat-tempe.html

http://www.phytochemicals.info/

http://www.tempeh.info/

http://www.whfoods.com/genpage.php?tname=foodspice&dbid=126

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s