Makanan Dalam Islam

Oleh : mbak Naniek Muchdi, London.
Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh mahluk hidup untuk memberikan tenaga dan nutrisi. Cairan dipakai untuk maksud ini sering disebut minuman, tetapi kata ‘makanan’ juga bisa dipakai. Istilah ini kadang-kadang dipakai dengan kiasan, seperti “makanan untuk pemikiran”.

Makanan yang dibutuh manusia biasanya dibuat melalui bertani atau berkebun yang meliputi sumber hewan dan tumbuhan. Makanan yang biasa dikonsumsi oleh Manusia :

1. Sumber tumbuhan
2. Sumber Hewan

Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan.Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktifitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi,membantu pertumbuhan badan dan otak. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun badan. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda.Protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan.
Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda. Karbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari. Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi. Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan kita,baik otak maupun tubuh kita.Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energi. Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita membutuhkan energi.
Islam memiliki aturan yang sangat komprehensif terkait dengan hal ini. Islam memerintahkan kaum muslimin untuk makan dan minum.
Dan pedoman dalam hal ini sangatlah jelas, seperti dalam firman Allah SWT:
“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah langkah syaithan, karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagimu” (QS Al Baqarah, 2:168)

Halalan thayyiban di sini maksudnya adalah meliputi:

1. Jenis makanan
2. Cara memperolah
3. Proses mengkonsumsi
4. Tujuan mengkonsumsi
Maka seorang mukmin yang komitment dengan keislamannya, termasuk masalah makanan, akan mendapatkan pahala kenikmatan makan makanan terenak di surga. Bahkan Allah SWT yang memerintahkan mereka untuk makan dan minum.
Allah berfirman,
Dikatakan kepada mereka: “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan” (QS Ath Thuur, 52:19)

Dan agar seorang mukmin mendapatkan makanan dan minuman yang terlezat di surgaNya, Allah SWT mengajarkan hamba hambaNya agar sejak di dunia mengkonsumsi makanan dan minuman yang baik.  Karena Allah menjelaskan dalam kitabNya tentang makanan yang baik dan buruk.

‘Dan sesungguhnya pada binatang binatang ternak, benar benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu.  Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan pada binatang binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian darinya kamu makan’  (QS Al Mu’minun (23):21)

Selain daging dan susu, Allah SWT menganjurkan kepada hamba hambaNya untuk mengkonsumsi buah buahan dan madu yang berperan dalam pengobatan.  Allah SWT berfirman:
‘Kemudian makanlah dari tiap tiap (macam) buah buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).  Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.  Sesungguhnya pada yang demikian itu benar benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan)  bagi orang orang yang memikirkan’ (QS An-Nahl (16) : 69)

Allah SWT pun menjelaskan tentang makanan makananan yang diharamkan sehingga manusia terjaga pola konsumsi pangan kesehariannya.  Allah SWT berfirman:

‘Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, drah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.  Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan.  Pada hari ini orang orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu jangan lah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepadaKu.  Pada hari itu telah Ku sempurnkaan untuk kamu agamamu  dan telah Ku cukupkan nikmat Ku dan telah Ku ridhoi Islam itu menjadi agamamu.  Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’ (QS Al Maidah (5) : 3)

‘Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dna apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’ (QS An Nahl (16) : 115)

‘Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang binatang yang halal) yang disebut nama Allah  ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkanNya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya.  Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar ingin menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan.  Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas’ (QS Al An’am (6) : 119)

‘dan janganlah kamu memakan binatang binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya.  Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah sebuah kefasikan.  Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan- kawannya agar mereka membantah kamu, dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi ornag orang yang musyrik’ (QS Al An’am (6) ; 121)

Islampun mengatur soal kepemilikan makanan dalam Al Quran dan As Sunah haram hukumnya memiliki dan mengkonsumsi makanan dengan cara cara yang batil.  Allah SWT berfirman:
‘Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan  (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui’ (QS Al Baqarah (2) : 188)

‘Hai orang orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu.  Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah maha Penyayang kepadamu’ (QS An Nisa (4) : 29)

‘Dan berikanlah kepada anak anak yatim (yang sudah baligh) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta bersama hartamu.  Sesungguhnya tindakan tindakan (menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar’ (QS An Nisa (4) :  2)

‘Hai orang orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan’ (QS Ali Imron (3) : 130)

Makanan tidak hanya sebagai ketutuhan biologis, tetapi juga sebagai daya dukung untuk bisa melaksanakan penghambaan kepada Allah SWT dalam skala yang lebih luas.  Oleh karena itu, Islam mengajarkan adab makan yang didalamnya termasuk bagaimana berakhlak terhadap makanan itu sendiri.
Orang mukmin memiliki adab terhadap makanan dan bagaimana mengkonsumsinya berdasarkan aturan Allah SWT dan ajaran Rasulullah.  Bila adab ini tidak dipegang, maka bisa menjerumuskan kita dalam neraka jahanam.

‘Sesungguhnya Allah memasukkan orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai sungai.  Dan orang orang yang kafir itu bersenang senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang binatang.  Dan neraka adalah tempat tinggal mereka’ (QS Muhammad (47) : 12)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s